Sunday, 31 March 2013

Nunggu

Makin hari aku makin merasa tak dianggap lagi, pengertian yang aku berikan selama ini malah menjadi sebuah keleluasaan yang berakibat mengacuhkanku. Anehnya dari setia yang ingin aku lakukan membuat gerak geriknya semakin asing bagiku, dia bukan orang yang aku kenal dulu karena kini aku merasa tak dianggap. Jarak yang jauhpun membuatku merasa bahwa ini bukan hidup yang aku inginkan kala menjalani hidup bersama lagi, aku merasa menjadi orang asing yang tak tahu harus melangkah kemana. Aku berusaha terus untuk menjaga semua keyakinan dan kekuatan agar selalu utuh pada satu hati, tapi mengapa respon yang aku terima hanya menjadi bualan yang tak pernah habis aku terima. Aku hanya terus meyakinkan bahwa Allah akan terus memberiku kekuatan untuk terus menjaga semuanya, karena aku akan lebih berusaha memberikan masa depan teringah untuk dia. Sekarang aku merasa masa depanku ada pada dia, terlepas tuhan mau berkata berkata apa nanti tapi aku akan tetap yakin sesuatu yang telah berjalan akan terus menerangi niat baik yang aku ciptakan seindah mungkin.  Hanya untuk hari itu aku bertahan dalam kesendirian ini, karena semuanya telah membuatku yakin akan jajni yang selama ini ku pegang dengan penuh kekuatan. Tak apalah aku merasa kesepian layaknya orang yang tak memiliki kekasih, namun aku akan senantiasa ikhlas untuk perjuanganku diakhir hari itu. Aku bertahan hanya untuk melihat apakah hari itu akan ada atau tak tercipta sedikitpun, karena semuanya telah aku pikirkan dengan semua resiko yang tak tahu akan berujung seperti apa nantinya.  Demi dia aku terus meminta pada Allah untuk semua jalan yang baik dan bertujuan padanya, aku tak akan mau ingkar untuk kedua kalinya karena cukup sekali untuk merasakan kehilangan dia. Aku akan menjadi orang yang pantas dengan memberikan semua yang terbaik padanya, semangatku tak akan luntur sampai pada waktu dan jawabannya. Malam inipun sepertinya membuatku asik karena dinginnya hati bertambah pada dinginnya waktu yang belum ku temukan, aku akan selalu membuat suasana hangat dalam sebuah pelukan keyakinan yang aku buat sendiri.
»»  Lanjut baca...

Pada satu bintang

Saat ini aku menghilang dari hidupmu, namun apalah arti dari hilangnya diriku ini untukmu?? Tak ada bedanya aku ada dan aku tak ada, karena yang ada kau tetap tak akan pernah menganggap adanya diriku untukmu selama ini. Sepertinya tak akan ada penantian panjang lagi kini,karena kau tak pernah pedulikan apa yang aku rasa, aku begitu tenggelam dalam besarnya nilai kekecewaan dalam hidupku. Bangkitkanlah aku lagi, aku tersadar bahwa hanya satu bintang yang akan menciptakan cahaya dalam gelap malamku. Aku mencoba untuk menahan semuanya, namun itu semua telah sirna karena gelap dan kalutnya malam-malamku. class="fullpost"> Telah ku coba hindari rasa itu, namun apa yang terjadi pada diriku selama ku mencobanya?? Aku tersakiti oleh rasa ini, akankah kau menyadari ketulusan hati yang kujaga untukmu dan untuk semua hidupmu. Kubaktikan hidupku dalam penjara bawah tanah tanpa cinta, tanpa ada rasa sayang yang bercahayakan kemegahan hidup dalam cinta. Mungkin kita akan mati tanpa cinta, karena semua yang ada pada cinta itu telah ada pada hidupku untukmu. Ku tak sengaja mengenalmu, disaat ku tak bisa mencintai apa yang telah ku kenal. Tetapi ku tak ingin melepaskan apa yang telah aku rasakan pada pandangan pertama, tak akan ku lepas sampai saat ini. Kaulah kenangan yang tertinggal dalam hidupku, karena aku telah terlarut dalam penantian panjang sejak saat itu. Aku telah terjebak dalam perangkap asmaramu, dan aku tak akan bisa lepas dari semua itu.
»»  Lanjut baca...

Senandung Angin 11 September

Angin berhembus dalam kosongnya pelukanku, malam ini tak ada kata-kata yang menari mengisi pikiranku yang hampa ini. Masih adakah hal yang paling indah itu, hal yang benar-benar membuat malamku selalu ramai dengan banyaknya kedamaian yang tak akan pernah lagi ku rasakan sekarang. Meski jauh sekali kenangan itu ku gapai lagi, bagai angin yang ku hirup sekali dalam hidupku membukitkan bahwa aku akan tetap hidup dalam satu kehidupan yang hana ada dalam satu hati. Seorang yang bisa buatku terus tak dapat tidur dimalam hari, seorang yang dapat membuatku menundukan kepalaku dihadapannya, seorang yang terus memberikan ku senyuman dari tempat jauh, seorang yang akan tetap aku perhatikan walau banyaknya halangan-halangan dari sebuah kata prinsip. Belum waktuk ini, waktuku untuk bahagia dalam akhir kesabaran menanti apa yang akan dihembuskan angin hidup. Penantian yang akan teramat panjang dalam hidup, penantian yang tak akan pernah habis dalam bayangan yang tak akan pernah ada dalam dunia nyata, penantian yang selalu ada dalam awal pagiku yang buruk. Tuhan itu satu, namun apa yang membuat semuanya berbeda sehingga semua itu tak akan dapat ku gapai lagi seperti dahulu. Ku tetap bercermin pada semua yang aku miliki, ku akan selalu bercermin pada apa yang selalu aku rasakan terhadap apa yang semua orang rasakan. Tetaplah mengerti dengan semua keadaan yang membuat ku tak percaya dengan kehidupan, tetaplah mengerti bahwa lautan tak akan pernah habis airnya bagai hati yang tak akan pernah habis dalam lapuknya penantian.
»»  Lanjut baca...