Makin hari aku makin merasa tak dianggap lagi, pengertian yang aku berikan selama ini malah menjadi sebuah keleluasaan yang berakibat mengacuhkanku. Anehnya dari setia yang ingin aku lakukan membuat gerak geriknya semakin asing bagiku, dia bukan orang yang aku kenal dulu karena kini aku merasa tak dianggap. Jarak yang jauhpun membuatku merasa bahwa ini bukan hidup yang aku inginkan kala menjalani hidup bersama lagi, aku merasa menjadi orang asing yang tak tahu harus melangkah kemana.
Aku berusaha terus untuk menjaga semua keyakinan dan kekuatan agar selalu utuh pada satu hati, tapi mengapa respon yang aku terima hanya menjadi bualan yang tak pernah habis aku terima. Aku hanya terus meyakinkan bahwa Allah akan terus memberiku kekuatan untuk terus menjaga semuanya, karena aku akan lebih berusaha memberikan masa depan teringah untuk dia. Sekarang aku merasa masa depanku ada pada dia, terlepas tuhan mau berkata berkata apa nanti tapi aku akan tetap yakin sesuatu yang telah berjalan akan terus menerangi niat baik yang aku ciptakan seindah mungkin.
Hanya untuk hari itu aku bertahan dalam kesendirian ini, karena semuanya telah membuatku yakin akan jajni yang selama ini ku pegang dengan penuh kekuatan. Tak apalah aku merasa kesepian layaknya orang yang tak memiliki kekasih, namun aku akan senantiasa ikhlas untuk perjuanganku diakhir hari itu. Aku bertahan hanya untuk melihat apakah hari itu akan ada atau tak tercipta sedikitpun, karena semuanya telah aku pikirkan dengan semua resiko yang tak tahu akan berujung seperti apa nantinya.
Demi dia aku terus meminta pada Allah untuk semua jalan yang baik dan bertujuan padanya, aku tak akan mau ingkar untuk kedua kalinya karena cukup sekali untuk merasakan kehilangan dia. Aku akan menjadi orang yang pantas dengan memberikan semua yang terbaik padanya, semangatku tak akan luntur sampai pada waktu dan jawabannya. Malam inipun sepertinya membuatku asik karena dinginnya hati bertambah pada dinginnya waktu yang belum ku temukan, aku akan selalu membuat suasana hangat dalam sebuah pelukan keyakinan yang aku buat sendiri.
Sunday, 31 March 2013
Pada satu bintang
Saat ini aku menghilang dari hidupmu, namun apalah arti dari hilangnya diriku ini untukmu?? Tak ada bedanya aku ada dan aku tak ada, karena yang ada kau tetap tak akan pernah menganggap adanya diriku untukmu selama ini. Sepertinya tak akan ada penantian panjang lagi kini,karena kau tak pernah pedulikan apa yang aku rasa, aku begitu tenggelam dalam besarnya nilai kekecewaan dalam hidupku.
Bangkitkanlah aku lagi, aku tersadar bahwa hanya satu bintang yang akan menciptakan cahaya dalam gelap malamku. Aku mencoba untuk menahan semuanya, namun itu semua telah sirna karena gelap dan kalutnya malam-malamku. class="fullpost"> Telah ku coba hindari rasa itu, namun apa yang terjadi pada diriku selama ku mencobanya?? Aku tersakiti oleh rasa ini, akankah kau menyadari ketulusan hati yang kujaga untukmu dan untuk semua hidupmu. Kubaktikan hidupku dalam penjara bawah tanah tanpa cinta, tanpa ada rasa sayang yang bercahayakan kemegahan hidup dalam cinta.
Mungkin kita akan mati tanpa cinta, karena semua yang ada pada cinta itu telah ada pada hidupku untukmu. Ku tak sengaja mengenalmu, disaat ku tak bisa mencintai apa yang telah ku kenal. Tetapi ku tak ingin melepaskan apa yang telah aku rasakan pada pandangan pertama, tak akan ku lepas sampai saat ini. Kaulah kenangan yang tertinggal dalam hidupku, karena aku telah terlarut dalam penantian panjang sejak saat itu. Aku telah terjebak dalam perangkap asmaramu, dan aku tak akan bisa lepas dari semua itu.
Senandung Angin 11 September
Angin berhembus dalam kosongnya pelukanku, malam ini tak ada kata-kata yang menari mengisi pikiranku yang hampa ini. Masih adakah hal yang paling indah itu, hal yang benar-benar membuat malamku selalu ramai dengan banyaknya kedamaian yang tak akan pernah lagi ku rasakan sekarang. Meski jauh sekali kenangan itu ku gapai lagi, bagai angin yang ku hirup sekali dalam hidupku membukitkan bahwa aku akan tetap hidup dalam satu kehidupan yang hana ada dalam satu hati.
Seorang yang bisa buatku terus tak dapat tidur dimalam hari, seorang yang dapat membuatku menundukan kepalaku dihadapannya, seorang yang terus memberikan ku senyuman dari tempat jauh, seorang yang akan tetap aku perhatikan walau banyaknya halangan-halangan dari sebuah kata prinsip. Belum waktuk ini, waktuku untuk bahagia dalam akhir kesabaran menanti apa yang akan dihembuskan angin hidup. Penantian yang akan teramat panjang dalam hidup, penantian yang tak akan pernah habis dalam bayangan yang tak akan pernah ada dalam dunia nyata, penantian yang selalu ada dalam awal pagiku yang buruk. Tuhan itu satu, namun apa yang membuat semuanya berbeda sehingga semua itu tak akan dapat ku gapai lagi seperti dahulu.
Ku tetap bercermin pada semua yang aku miliki, ku akan selalu bercermin pada apa yang selalu aku rasakan terhadap apa yang semua orang rasakan. Tetaplah mengerti dengan semua keadaan yang membuat ku tak percaya dengan kehidupan, tetaplah mengerti bahwa lautan tak akan pernah habis airnya bagai hati yang tak akan pernah habis dalam lapuknya penantian.
»» Lanjut baca...
Malam Menunggu
Malam ini aku terbangun sendiri bukan karena ku tak bisa memejamkan mata, tapi karena aku terbangunkan oleh gemuruh angin yang tak mau pergi dari tubuh ini. Mimpiku tadi telah mempertemukan sebuah pertanyaan yang telah langsung terjawab dengan sendirinya, entah apa maksud dari pertanyaan tersebut tapi aku rasa semuanya telah jelas. Aku masih menunggu sampai malam ini, namun tak pernah ada jawaban atas semua pertanyaanku dan semua rasa yang telah ku simpan selama ini. Sepertinya aku mulai tak bisa melelapkan mataku pada sebuah mimpi yang indah kembali, aku sangat terpuruk dan tak bisa menghilangkan satu nama itu. >
Nama itu tak lama terukir dalam hatiku, namun entah dengan cara apa aku harus menghapus kenangan yang begitu singkat saat bersamanya. Akh !! semuanya malah menambah beban pikiran yang harusnya tak boleh ku tumpukkan dalam benak yang sudah penuh dengan berbagai macam masalah yang harus benar-benar aku selesaikan dengan tenang, aku hanya ingin menjadi orang yang terbaik untuknya. Aku masih menghisap dan mengeluarkan kepulan asap yang selama ini membuatku tenang, ini sudah cukup membuatku bangga menjadi seorang manusia yang tak pernah mengenal lelah.
Aku tak ingin tersadar, karena aku masih ingin merasakan perasaan yang indah meskipun tak dibalas dengan perasaan keyakinan yang ku rasakan kepadanya. Entah semuanya adalah sebuah ujian disaat aku merasa membutuhkan semua keindahan itu, aku hanya akan menerima semua yang menjadikanku orang terbaik didunia. Cukup sudah dengan aku berpura-pura atas ketidak utuhan hatiku kini, aku mulai merasa cemburu dengan kebahagiaan orang lain yang melewati hari-hari dengan orang yang dicintainya.
Caraku Mengingatmu
Saat itu aku hanya memejamkan mata dan terlihat seorang wanita yang paling aku sayang selamanya, tak pernah jauh beda saat itu ataupun saat ini. Tetap sangat luar biasa dimataku, karena kesan begitu indah yang ku tanam dalam setiap langkahku dulu. Sesakit apapun saat-saat kesakitan, tak akan mampu menghapus semua keinginanku untuk tetap mengenangmu. Walau kini kua menjadi bidadari yang paling ku benci, namun kau tetap bidadari yang paling ku impikan berada disampingku saat ku terbangun dalam tidur. Ku pandang bintang yang tak hiasi malam, aku bertanya apakah bintang memiliki rasa bosan untuk menemani malam?kalau bintang bisa mengungkapkan semua itu, maka aku tak akan bertanya tentang alasan bintang tak hadir dimalam ini. Seperti halnya hidup manusia yang tak pernah dapat berubah menjadi satu kesatuan tujuan, mengapa manusia tak diciptakan dengan pasangannya sejak diturunkan didunia?mengapa? Menjadi suatu kebingungan yang dalam disaat aku hanya dilahirkan sendiri, akhirnya aku merasa kebingungan saat harus memilih orang yang tepat dan selalu memberikan harapan yang luar biasa padaku. Aku pernah bertanya pada diriku sendiri, kapan aku akan menjadi orang seperti orang lain. Orang lain yang dapat memegang janjinya sampai pada waktunya, namun aku tak bsa memberikan apa yang harusnya insan didunia ini dapatkan. Aku mulai lelah dengan ketidakwarasanku ini, kesalahan besar namun indah yang telah kulakukan selama ini. Aku mulai nyaman dengan semua yang telah kulakukan, aku mulai tenang saat aku hanya bisa berbicara pada dinding kamar. Jika aku mulai gila, maka akan banyak orang yang tambah tak mempedulikanku. Terserah orang mau bilang apa, aku tetap menjadi aku yang tak akan pernah menyadari kesdaranku ini. Aku lebih merasa menjadi diriku saat ini, aku tidak waras.
Akhir....
<div style="text-align: justify;">
Malam yang amat berbeda, langit mendung dan bintang tak mau bersinar untuk temani bulan yang kelam. Akhir kisah yang amat singkat dalam hidupku, kisah yang tak akan aku dapat lagi dimasa yang akan datang. Rasa yang amat aku simpan untuk sosok orang paling dekat denganku berakhir dengan akhir kisah yang buat aku tersakit, namun aku tetap akan selalu mengerti untuk kebahagiaan orang yang paling dekat denganku.<span class="fullpost"> </span></div>
<div style="text-align: justify;">
<span class="fullpost">Tak apalah rasa ini sakit, hanya demi perasaan yang tak pernah ku duga sebelumnya. Ku menunggu hingga dapat pengertian, namun akhirnya rasa ini tak dapat mencapai apa yang diinginkannya karena sesuatu yang enggan ku lakukan untuk kebahagiaanku. Aku mengalah dan aku akan tetap mengalah, walaupun terlalu sering mengalah untuk semua pengalaman yang pernah ku jalani.
Pernah ada kata untuk tak peduli dengan semua keadaan dan kata-kata yang terlontar dari mulut semua orang, namun apa daya hati tak sanggup melihat seseorang yang terus terdiam dalam rahasia kebohongan yang aku sembunyikan selama ini. </span></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
</div>
<div style="text-align: justify;">
<span class="fullpost">Aku pernah baca dalam sebuah syair seorang musisi, bahwa rasa cinta dapat membuat kita terus tenggelam dan akibatnya badan menjadi tak baik seperti biasanya. Apa itu akan terjadi pada semua yang dipikirkan kini??? Tidak tapi akan menjadi iya, karena semmuanya berlangsung begitu sempurna menghancurkan hidupku.
Semua perasaan berujung pada hal ini, dari mulai pikiran-pikiran yang berada dalam benakku sebelumnya. Keluarga, organisasi, kesiapan, cara belajar dan akhirnya berujung pada tahap pergaulan yang selama ini telah dibangun dengan semenarik mungkin. </span></div>
<div style="text-align: justify;">
<span class="fullpost">Semua pikiran itu menumpuk saat aku harus mengalah pada suatu masalah yang tidak ada dalam materi pikiranku, bahkan semuanya terasa benar-benar sempurna dalam jalan hidup baruku kini. Dalam benakku selalu berkata dengan lantak, bahwa aku akan mengalah dan sepertinya akan selalu mengalah dalam semua keadaan seperti ini. Aku pecundang dan aku pengecut yang tak pernah mau berubah untuk kebahagiaanku, sepertinya aku hanya akan menjadi saksi kebahagiaan teman-temanku sampai nanti aku temukan kebahagiaanku yang sesungguhnya.
</span></div>
»» Lanjut baca...
Malam yang amat berbeda, langit mendung dan bintang tak mau bersinar untuk temani bulan yang kelam. Akhir kisah yang amat singkat dalam hidupku, kisah yang tak akan aku dapat lagi dimasa yang akan datang. Rasa yang amat aku simpan untuk sosok orang paling dekat denganku berakhir dengan akhir kisah yang buat aku tersakit, namun aku tetap akan selalu mengerti untuk kebahagiaan orang yang paling dekat denganku.<span class="fullpost"> </span></div>
<div style="text-align: justify;">
<span class="fullpost">Tak apalah rasa ini sakit, hanya demi perasaan yang tak pernah ku duga sebelumnya. Ku menunggu hingga dapat pengertian, namun akhirnya rasa ini tak dapat mencapai apa yang diinginkannya karena sesuatu yang enggan ku lakukan untuk kebahagiaanku. Aku mengalah dan aku akan tetap mengalah, walaupun terlalu sering mengalah untuk semua pengalaman yang pernah ku jalani.
Pernah ada kata untuk tak peduli dengan semua keadaan dan kata-kata yang terlontar dari mulut semua orang, namun apa daya hati tak sanggup melihat seseorang yang terus terdiam dalam rahasia kebohongan yang aku sembunyikan selama ini. </span></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
</div>
<div style="text-align: justify;">
<span class="fullpost">Aku pernah baca dalam sebuah syair seorang musisi, bahwa rasa cinta dapat membuat kita terus tenggelam dan akibatnya badan menjadi tak baik seperti biasanya. Apa itu akan terjadi pada semua yang dipikirkan kini??? Tidak tapi akan menjadi iya, karena semmuanya berlangsung begitu sempurna menghancurkan hidupku.
Semua perasaan berujung pada hal ini, dari mulai pikiran-pikiran yang berada dalam benakku sebelumnya. Keluarga, organisasi, kesiapan, cara belajar dan akhirnya berujung pada tahap pergaulan yang selama ini telah dibangun dengan semenarik mungkin. </span></div>
<div style="text-align: justify;">
<span class="fullpost">Semua pikiran itu menumpuk saat aku harus mengalah pada suatu masalah yang tidak ada dalam materi pikiranku, bahkan semuanya terasa benar-benar sempurna dalam jalan hidup baruku kini. Dalam benakku selalu berkata dengan lantak, bahwa aku akan mengalah dan sepertinya akan selalu mengalah dalam semua keadaan seperti ini. Aku pecundang dan aku pengecut yang tak pernah mau berubah untuk kebahagiaanku, sepertinya aku hanya akan menjadi saksi kebahagiaan teman-temanku sampai nanti aku temukan kebahagiaanku yang sesungguhnya.
</span></div>
18 tahun
Angin itu tetap menghembus, angin itu tetap menerbangkan khayalku pada setiap kenangan-kenangan indah yang kuukir dengan orang yang dulu kuharapkan. Kini aku hanya dapat melihatnya dalam pandangan yang terbatas, tak akan bisa kulihat dengan rasa sayangku yang dulu hanya untuk dia. Sungguh aku hanya bisa termenung dengan rasa kehilangan, karena aku tak bisa menjadi orang yang terbaik baginya. Masih kubayangkan keindahan itu, keindahan yang belum tepat datangnya.
Teringat saat dia ucapkan kata ajaibnya, semua akan indah pada waktunya. Mungkin semua itu tak berlaku saat aku merasakan indahya menyayangi orang yang selalu katakan kata-kata ajaib. Aku tak akan pernah percaya dengan kata-kata itu, indah pada waktunya. Namun kini, aku percaya kalau semua itu akan indah pada waktunya. Aku akan memilikinya suatu saat nanti, karena semua akan indah pada waktunya. Kini aku bersama bintang lain, namun aku merasa cintaku ini hanya setengah dari hatiku. Aku tak tahu apa aku benar sudah melupakannya, atau aku hanya menyembunyikannya.
Mungkinkah dia adalah satu-satunya bintang yang akan aku gapai nanti, ataukan memang dia satu bintang yang harus kudapatkan kelak pada malam gelapku. Hanya tuhan yang tahu, meski kini ku terkesan tak menantinya namun sebenarnya tidak. Aku akan tetap menantinya, walau itu 18 tahun sampai dia luluh dan dia akan menjadi bintang terindah selamanya.
Gelisahku
Gelisahku.....
Sejenak kutundukkan kepala dalam rasa kebingungan yang amat terdalam, kebingunan yang selalu terjadi dari setiap kekecewaan yang ku alami. Aku tetap berkata pada diriku sendiri tentang apa yang akan aku putuskan dari semua yang menjadi pilihanku, namun tak bisa aku lanjutkan lagi karena semua seakan telah usai walau tak pernah ada awalnya.
Mengapa semua ini selalu terjadi, terjadi berulang kali. Kegelisahan yang membuatku ketakutan, kegelisahan yang terus membuatku ragu pada semua yang kulihat. Begitu dalamnya aku terjatuh dalam semua jebakan yang telah ku awali sendiri, kini aku hanya merenungi semua kesalahan yang membuat semuanya hancur.
Rasa yang kini aku rasakan adalah rasa dimana semua tidaklah berasal dari semua yang aku rencanakan, dimana semua tak akan mungkin menjadi nyata, dimana semua tak akan aku injak dengan langkahku. Sampai kapanpun aku akan selalu menginjakkan kakiku dalam retaknya tanah impian yang tak akan pernah basah oleh hujan badai sekalipun, the end????
Terfikirkan cara dimana aku ingin menghindar dari semua omong kosong yang telah tuhan berikan padaku, semua janji yang telah diberikan hanya sekedar wacana indah namun tak pernah membuat hasil walau aku terjatuh untuk mendapatkannya.
Jujur aku mulai tak menyanggupi semua yang pernah aku lalui dengan berbagai langkah yang aku pijakkan. Aku mulai bosan dengan semua yang telah terjadi berulang kali, coba dengar apa yang aku inginkan............
Ingin ku hilangkan kesan sebuah masa lalu, karena tak mau lagi kuhidup dengan semua masa laluku. Bila masa lalu itu kembalii menjadi waktu yang seutuhnya, maka jadilah sesuatu yang membuat waktuku baru.
»» Lanjut baca...
Bertahan
Saat ku tak mampu bertahan lagi, aku hanya bisa merenungi apa yang telah aku tinggalkan setelah penantian panjang itu. Aku merasa bahwa apa yang telah ku tinggalkan adalah anugerah yang tak akan lenyap begitu saja, aku akan selalu ada untukmu walau itu hanya dalam pandangan jauhku. Aku tak akan pernah hilangkan rasa yang ku jaga selama ini, karena aku selalu mengharapkan apa yang telah kau ucapkan saat itu. Bagai bintang yang selalu ada dalam bayanganku, mimpi dan akhir hidupku. Tak akan lepas semua itu meskipun hanya sesaat, kini kau tetap sendiri dan aku menjalani cinta yang lain, namun aku tak akan lelah menantimu sampai habis batas usiaku. Aku butuh kata-kata ajaib yang dapat membuat hidupku lebih bermakna darimu, hanyalah dirimu yang dapat aku nanti. Buat aku tetap kuat menanti semua kata-kata ajaib itu, karena sungguh aku butuh itu dan sungguh aku butuh semua itu. Tetaplah menjadi bintang yang selalu aku pandangi ditiap malam, karena tak akan ada lagi bintang yang dapat mengisi malam-malamku selain bintang pembawa kata-kata ajaib dalam hidupku. Dan saat air mata ini menetespun, kaulah yang membuat aku terbangun dari semua yang terjadi itu. Jika cinta merasuk didalam benakmu, kaukan lakukan semua hal yang gila bahkan kau akan tetap tersenyum dalam apapun keadaanmu. Terlebih lagi bila cintaku telah ada dalam hatimu, maka tanpa kau sadari cinta itu dapat membuatmu menangis dan tertawa. Cinta tak akan bisa diterka dan cinta itu akan tetap ada selamanya, selamanya dalam hidupmu.
»» Lanjut baca...
Subscribe to:
Posts (Atom)